Preview Kaguya-sama: Love is War, Anime Bucin Yang Sangat Menggelitik

Preview Kaguya-sama: Love is War, Anime Bucin Yang Sangat Menggelitik
Kaguya-sama: Love is War (sumber: https://www.crunchyroll.com/kaguya-sama-love-is-war

SIDAGSKaguya-sama wa Kokurasetai: Tensai-tachi no Renai Zunousen, judul yang menjadi entri unik untuk para kalangan penggemar anime. Kaguya-sama: Love is War adalah nama lain yang menggambaran cerita cinta adalah sebuah peperangan. Anime yang menggelitik tentang melihat sebagai tanda kelemahan adalah sebuah kekalahan dalam dunia percintaan. Sebagai medan pertempuran asmara antara dua sejoli yang penuh dengan keyakinan dan pemikiran di luar nalar manusia.

Perlu mengumpulkan sedikit niat sebelum menonton Kaguya-sama, belum terpikirkan bahwa ide ini sangat menarik untuk disimak. Sebuah konsep yang terlihat membuat penasaran, sebagai pendorong untuk saya menyaksikan bahwa anime ini membuat penonton untuk mengulang setiap episodenya. Tak terbayangkan bahwa pengakuan dalam mengungkapkan cinta akan sesulit itu. Suguhan cerita yang dieksekusi dengan baik oleh sang narator. Campuran komedi yang menguras pikiran hingga membuat senyum dan tawa keluar dengan sendirinya. Rasa kebosanan seakan pecah oleh cerita “mainstream” yang sangat sempurna sejak melihat sepasang remaja siswa SMA yang sangat jenius.

Baca Juga:

Genre Romance & Comedy Semakin Popular Di Tahun 2020

CINTA ADALAH PERANG

Seluruh ide cerita tentang hubungan mereka berdua dimulai secara langsung dan dilemparkan tepat pada sasaran. Sesuatu antara Miyuki dan Kaguya, dua orang inti cerita yang kita tahu bahwa mereka sedang jatuh cinta. Disampaikan dalam permainan pikiran dan taktik dalam penyerangan. Mereka memperlihatkan bahwa pengakuan dalam hubungan tidak semudah itu. Tetapi bagian tersulitnya adalah orang yang harus mengakui perasaan mereka terlebih dahulu.

Peperangan tidak akan terjadi tanpa dua sisi yang memiliki harga diri yang tinggi. Seperti dalam turnamen olahraga yang memperebutkan piala kejuaraan. Mereka berlomba-lomba untuk meraih kemenangan demi mendapatkan pengakuan dari salah satu lawan di arena. Kebanggaan yang bisa disebut sebagai kesombongan seperti air dan minyak yang tak pernah bersatu. Hal yang sama adalah sesuatu yang sangat sulit untuk mereka jalani. Kata menyerah tak ada dalam kamus mereka berdua, perang strategi dalam skema yang bertujuan membuat tunduk satu sama lain. Tingginya perang psikologis menghadapi sejumlah besar kebencian, dan reaksi yang berlebihan. Drama komedi yang sangat licik dan lelucon yang diulang beberapa kali membuat jenuh hingga ke titik kebosanan. Rasa ego yang tinggi dan takut ditolak terlalu banyak disampaikan. Tipu daya mereka tidak diragukan lagi yang menyatakan pikiran paling ekstrim, namun terlihat jelas bahwa keduanya sedang dimabuk asmara.

Sejujurnya, saya condong ke cerita romantis yang berfokus pada hubungan seseorang. Daripada semua deretan alur yang canggung hingga diakhiri dengan pengakuan. Penutupan ini merupakan nilau plus secara keseluruhan, pembuat alur cerita sangat memiliki wawasan tentang para karakternya masing-masing. Adegan romcom cukup lucu dan menyenangkan serta memberikan hawa sejuk bagi para penggemar anime.

Kaguya-sama: Love is War, Pengenalan Karakter Dalam Inti Cerita

Kaguya Shinomiya

Melihat dari nama judul, sepintas terlihat bahwa anime ini berfokus pada Kaguya. Kaguya Shinomiya adalah pewaris kaya untuk sebuah perusahaan, sebagai Wakil Presiden dari Dewan mahasiswa Shuchiin Academy. Dia cerdas dan memiliki segalanya, sangat menarik dari keluarga terpandang dan kaya raya. Multi talenta dengan segala pemikiran yang dapat melakukan apapun. Sifat kekanak-kanakan dan selalu ingin dimanja ala tsundere. Memiliki semua sisi lucu dan selalu menawan, begitulah yang ditunjukkan oleh tokoh utama dalam anime Kaguya-sama: Love is War.

Miyuki Shirogane

Di lain sisi ada Miyuki Shirogane, seorang mahasiswa transferan dari suatu tempat yang tidak diketahui dan juga Presiden Dewan mahasiswa. Sama cerdasnya seperti Kaguya, berbanding terbalik dengan sang Wakil Presiden bahwa dia dari keluarga sederhana tanpa kemewahan. Meskipun sangat berbeda, sifat yang menonjol adalah ia sangat pekerja keras dalam mencapai puncak kelasnya. Selain kejeniusan yang sama dan tak tertandingi, Miyuki juga tak mau kalah soal ego seperti Kaguya walau sedikit pengalaman yang dimilikinya. Tanpa karakter ini semua akan menjadi hambar dan tak istimewa, keduanya saling melengkapi dan bermain dengan megah demi kesempurnaan anime Kaguya-sama: Love is War.

Chika Fujiwara & Yuu Ishigami

Karakter lain yang tak kalah uniknya adalah Chika Fujiwara, seorang anggota Dewan siswa yang menggemaskan dan lucu sebagai Sekretaris. Dia sepenuhnya membantu proses dimana momen konyol timbul berkat sifatnya yang polos dan tak bisa membaca situasi yang ada. Suasana segar dan campur tangan yang diberikan Chika menyulut terjadinya peperangan antara Kaguya vs Miyuki. Dua kubu yang bertentangan satu sama lain demi memperoleh kemenangan. Salah satu kalimat yang saya ingat tentang ucapan Chika adalah bahwa Perancis menjadi negara cosplay terbesar setelah Jepang, benarkah ?. Cukup sampai disini, selain itu ada pula karakter pendukung yang tak kalah pentas adalah Yuu Ishigami, seorang Bendahara Dewan siswa. Seperti melengkapi potongan puzzle yang membuat komedi lebih menarik dan bervariasi.

Jika Chika adalah perwujudan dari kekacauan maka Yuu Ishigami adalah penyegaran jangka panjang dikala lelucon terlihat garing. Tanpa disadari intervensi dalam pertempuran intens antara Kaguya vs Shirogane sering kali menjadi momok kejenuhan. Dengan hadirnya Yuu Ishigami seakan mencairkan titik jemu anime Kaguya-sama: Love is War. Yuu Ishigami berpenampilan emo dan berbakat dalam mengatur keuangan Dewan siswa, selalu cemas jika menyangkut urusan yang berhubungan dengan Kaguya. Ishigami sangat pantas jika ditampilkan di akhir adegan, skenario tertekan yang harus ditanggungnya akibat masalah sepele Kaguya. Dua pemeran pendukung tersebut memberi kami pandangan bahwa Kaguya dan Miyuki berada di dunia yang berbeda. Kepolosan Chika yang masuk tanpa permisi, serta penggambaran Yuu yang berlebihan sangat menarik. Mengingat keduanya memiliki sedikit pengetahuan tentang bagaimana menghadapi kisah asmara.

Penyampaian Cerita

Sang Narator benar-benar melakukan pekerjaan mereka dengan spektakuler, iring-iringan pengantar yang mudah disimak oleh para penonton. Menjadi salah satu alasan utama mengapa saya lebih memilih untuk tetap menonton setiap episode anime ketimbang beralih membaca manganya. Penghantar alur sangat menghayati peran dan tak terlihat seperti mereka sedang membaca dari sebuah naskah novel. Berikutnya menjadi adegan dimana Kaguya dan Shirogane saling mengejek. Chika yang ikut bergabung tanpa melihat situasi, keadaan dimana dia sangat imut dan menggemaskan. Sebagai penutup ada Ishigami yang terlihat tertekan dan rasa frustasi berlebihan, penggambaran sifat negatif serta suaranya sangat terasa seperti kenyataan.

Kaguya dan Miyuki adalah seorang siswa jenius, tetapi mereka menggunakan kecerdasan untuk melakukan sesuatu yang “lebay“. Mereka takut dan memiliki ego tinggi tentang suatu percintaan. Berawal dari situ terciptalah skema diluar pikiran psikologis. Memanipulasi segala kemungkinan untuk mengakui cinta mereka, dimulai oleh kedua belah pihak beradu pikiran secara mengasyikkan. Pertempuran antara remaja yang sangat cerdas tanpa titik terang dan kemajuan yang terasa sangat sulit. Melihat dari episode pertama, Shirogane dan Kaguya entah bagaimana sama sekali tidak menyadari tentang kegilaan-nya masing-masing. Tak sadar dihipnotis oleh narator, namun disitulah letak inti cerita cinta adalah perang.

Penggambaran Karakter & Audio Visual

Kaguya-sama wa Kokurasetai?: Tensai-tachi no Renai Zunousen, adalah judul untuk anime season 2 Kaguya-sama: Love is War. Terima kasih kepada studio A-1 Picture. Sangat terkesan oleh visual yang diberikannya, adaptasi anime yang menakjubkan dan tentu saja berlanjut ke musim berikutnya. Efek suara yang smooth, semakin meningkat dengan adanya komedi liar dan timbal balik audio visual yang memuaskan pendengar. Gambar visual mungkin tampak sedikit membosankan. Saat pertama kali menonton episode pertama, tetapi setelah adegan komedi ditampilkan, saat itulah Kaguya-sama sangat bersinar terang. Dengan soundtrack yang telah disesuaikan. Terus berubah untuk melengkapi nada perpindahan audio di setiap episodenya, sangat fantastis mengingat kuping kaleng yang saya miliki.

Ending Chika saat lagu penutup itu luar biasa. Mempesona penonton dengan animasi dan menawan dalam membawakan sebuah lagu ed, bisa dibilang lebih baik daripada ending lain. Menjadi pengingat bahwa yang jelas studio ini mencoba segala sesuatu yang terbaik dalam membuat sesuatu. Mereka dapat menciptakan project yang sepenuh hati dan tak setengah-setengah.

Detail para karakter, dialog sang narator pada beberapa potongan cerita saling melengkapi demi kesempurnaan anime Kaguya-sama: Love is War. Pembukaan yang hidup dan menampilkan pemain dengan pikiran yang berlebihan hingga terjadi perang antara mereka di dalam kata-kata. Desain karakter terlihat menarik secara visual. Ishigami yang terlihat tertindas secara berlebihan, penggambaran sifat negative digabungkan dengan audio yang sangat mirip seperti realita kehidupan.

Penutup Anime Kaguya-sama: Love is War

Mengakui cinta kepada seseorang ternyata menyeramkan, menjadi dewasa adalah tantangan yang sulit dilewati. Permainan pikiran mereka tersesat namun tetap menghibur secara perlahan tapi pasti. Suatu hari nanti semoga perjalanan mereka untuk mencari tahu itu semua dapat membuahkan hasil pasti.

Secara menyeluruh, anime Kaguya-sama: Love is War telah sukses besar, mendapatkan rating dan penilaian yang positif oleh para kalangan penggemar anime. Penyegaran cerita dikala anime jenis Romance & Comedy seperti ini sangat jarang ditemukan di anime lain dalam genre tersebut. Mungkin anime sejenis ini adalah Oregairu(Yahari Ore no Seishun Love Comedy wa Machigatteiru). Alur cerita yang langka untuk genre romcom, tempat yang sama di area persekolahan.

SIDAGS Review, Fanspage FB

Tinggalkan Balasan